Pages

 

Jumat, 11 Maret 2011

Perjalanan kami Duta Kemenkes RI Untuk PKHI 2008

1 komentar





Catatan harian mendampingi duyuburahman 1429 H

Sebuah tugas yang paling mengharukan seumur hidup saya adalah saat ditunjuk oleh Depkes RI atas rekomendasi Yayasan Husnul-Khotimah Kuningan untuk mendampingi Jamaah haji 1429 H kloter 43 JKS asal Kabupaten Bandung Barat menunaikan ibadah di tanah suci Mekah, mudah-mudahan catatan ini menjadi inspirasi saya dan teman-teman keluarga besar Ma’had Husnul-Khotimah Kuningan serta  teman-teman seprofesi kesehatan untuk terus fastabiqul khairat dan berkarya untuk ummat .

19 Nopember 2009 (Pesawat Saudi Air line)
            Bismillaahirrahmaanirrahiim, saya memulai tugas ini selama sembilan jam kedepan di Pesawat Saudi Airline, dengan jumlah jamaah 445 orang tediri dari 11 rombongan dan 44 regu  dengan jumlah jamaah risti (resiko tinggi) 35 orang.
            Di atas ketinggian stabil saya mulai visitasi jamaah di tempat duduk mereka masing –masing sambil saya ajak dialog apakah ada keluhan selama penerbangan atau tidak, tentunya beberapa tehnik safety penerbangan sambil  saya ajarkan,  salah satunya adalah manuver valsava untuk mencegah gangguan pendengaran  sebagai akibat dari  tingginya tekanan udara dan lain-lain.
            Ya Allah Sayangilah Jamaah kami karena dengan segala kepasrahan dan keikhlasan mereka memenuhi panggilanMU…

Kota Mekah 20 Nopember 2008 pukul 22.00 WAS


            Haru bercampur takjub ketika dari kejauhan sudah kelihatan bangunan Masjidil Harom, sesekali ku agungkan takbir Allahu Akbar, letih dan capai selama perjalanan Indonesia –Mekah yang belum sempat istirahat nyaris tak terasa, bangunan ka’bah sudah terlihat di depan mata, bukan dalam mimpi-mimpi selama ini atau memandang posternya yang penuh harap ,Allah Maha Besar, Allah yang telah mempertemukanku dengan rumah suci ini. Air mata  kesyukuran ini  sudah tak terbendung lagi, teringat lagi orang-rang tercinta di tanah air : orang tua, istri, anak, saudara, pihak Yayasan Husnul-Khotimah , ikhwah yang telah membantu suport dan doa  sehingga sampailah saya pada hadapan rengkuhan Baitullah ini.
Ya Allah tambahkanlah kemuliaan, keagungan, kehormatan dan wibawa pada Bait (Ka’bah) ini dan tambahkan pula pada orang-orang yang memuliakan ,mengagungkan dan menghormatinya diantara mereka yang berhaji atau yang berumrah.

Arofah, 7 Desember 2009

Keputusan Daker Mekah cukup mengagetkan kami karena satu jamaah risti kami yang sudah tiga hari di rawat di Daker mekah dengan sesak napas dan gangguan jantung ringan tidak bisa di safari wukufkan sehingga kami harus merawat jamaah tersebut di tenda Arofah setenda dengan kami tempat petugas. Awalnya tim kesehatan agak ngedumel juga dengan tim daker mekah khawatir ada apa-apa dengan jamaah kami di Fase Armina,  padahal kami di fase inti haji ini ingin sekali kosentrasi dengan jamaah yang sakit ringan saja sambil mengikuti ibadah haji, namun  itulah kenyataanya kami bergantian harus merawat jamaah sakit di tenda Arofah dengan kondisi panas, air MCK yang agak susah dan ketika  malam datang dinginnya sampai menusuk di permukaan kulit, Allahu Akbar ,di sela-sela kesibukan kami merawat jamaah sakit di tenda saya sampaikan kepada teman-teman bahwa mungkin dengan keputusan daker ini lah sarana kita menggapai tugas yang barokah  yang bisa menyelamatkan seluruh jamaah kita dan menjadi haji yang mabrur. Alhamdulillah kondisi makin membaik kami Wukuf bersama setenda dengan jamaah yang sakit tersebut dan tidak ada kesulitan yang berarti Ya Allah terima kasih Engkau selalu menjaga hati kami dengan kesejukan, keikhlasan di tengah-tengah panasnya Padang Arofah.


Muzdalifah 8 Desember 2009

Angin malam berhembus kencang  di Hamparan Muzdalifah , di tambah kami dan jamaah hanya memakai pakaian ihrom tentu tak terbayangkan dinginnya harus mabit di alam terbuka ,debu kering beterbangan di mana-mana berjuta-juta jamaah dari seluruh dunia tumplek jadi satu, beberapa jamaah kami yang sudah mempunyai riwayat alergi dingin dan debu dari tanah air tentu harus berjuang keras supaya tidak berlanjut ke asma, sebagai petugas kami sembari menahan dingin juga kami harus memantau  kondisi jamaah dengan antisipasi obat-obat sesak napas yang sudah kami persiapkan sebelumnya.
Namun itulah malam dengan disaksikan berjuta bintang yang sangat indah hampir semua jamaah bisa mengikuti mabit dengan senyum cerah.

Mina 10 Desember 2009

Hamparan tanah kering dan tandus dikelilingi oleh batu-batu raksasa membentuk gunung sebagai pancang bumi, namun  air berlimpah hampir tidak kekurangan untuk jamaah haji,itulah sepintas kondisi Mina yang membuat kebanyakan orang takjub.
Ghirah lempar jumroh sepertinya menjadi sebuah mercusuar motivasi yang tinggi bagi para jamaah sehingga hampir jamaah kami tidak banyak mengalami masalah kesehatan, sungguh lempar jumroh Ula, Wusto, Aqobah adalah sebuah perjalanan perlemparan yang penuh semangat dan fresh, walau setiap melewati terowongan Almoasem trenyuh dibuatnya teringat kembali kisah-kisah memilukan syahidnya para jamaah haji beberapa tahun lalu di terowongan ini, mereka telah mendapatkan kehidupan yang lebih baik di sisi RabbNya
.

Mekah  18 Desember 2009

Seusai Tawaf wada tepat bada magrib, dua jam menjelang keberangkatan kami ke kota madinah tiba-tiba satu jamaah mendadak terserang Disaritmia Jantung di sertai sesak napas berat,kami memutuskan untuk  di rujuk ke Daker mekah.
 Taxi arab  adalah transport utama untuk konsul pasien ke beberapa sektor  atau ke daker, seperti biasa  dengan bekal bahasa arab yang di bawah standar saya keluar dari pemondokan haji mencari taxi arab yang sudah mulai sepi di jalan-jalan utama, Alhamdulillah tidak lama kemudian kami bisa membawa jamaah ke Daker mekah untuk di tangani lebih lanjut.
Sopir taxi Arab pada umumnya sangat senang dengan kita yang bisa bahasa arab walau sedikit, biasanya selama perjalanan  saya menyempatkan ngobrol terbatas dengan para sopir taxi, alhamdulillah penerimaan mereka cukup baik bahkan pernah sekali uang saya dikembalikan separuhnya  dari tarif  standar karena saya bisa komunikasi bahasa arab ketika saya sendirian harus membawa dua jamaah yang sakit berat ke Sektor mekah..
Keputusan tim dokter Daker Mekah untuk tidak membawa jamaah sakit ke Madinah cukup melegakan kami, karena saat itu kondisi di Madinah suhu sangat dingin dan perjalanan Mekah Madinah bisa  mencapai 9 s.d 10 jam dan waktu 30 menit kami pakai untuk membuat surat-surat administrasi  mutasi jamaah haji bila pada saat kami harus terbang ke Indonesia tapi jamaah yang di rawat  belum juga ada perbaikan maka berlaku tanazul (Mutasi kloter) dengan persetujuan beberapa panitia haji dan keluarga jamaah haji yang sakit, tentu ini tidak mudah bagi jamaah dan keluarganya, karena itu pertanda jamaah tidak akan mencapai Madinah dan harus berpisah dengan kami . Pada awalnya jamaah menolak dan menangis sejadi-jadinya, namun itulah yang kami harus jelaskan tentang urgensi kesehatan dan kebijakan Daker. Akhirnya walau agak berat keluarga dan jamaah yang sakit menerima . Selamat berpisah   Duyuburahman, Allah menyayangi kalian, nanti kita bertemu di tanah air.

Madinah Munawarah  25 Desember 2009

Tak terasa tinggal satu hari lagi  kami di Kota Madinah, berarti tinggal satu hari pula masa kerja pendampinganku di musim haji ini berakhir, ada lega yang muncul namun rasa kesedihan lebih mendalam  mendominasi, bagaimana tidak masa tinggal di Madinah dengan kondisi suhu yang dingin inilah puncak keletihan jamaah haji sehingga pasien di klinik kloter hampir tiap hari membludak terutama menjelang waktu shalat  dzuhur, magrib dan isya, penyebabnya karena demam, sesak napas, reumatik, dan lain-lain, jarak pemondokan madinah dengan Masjid Nabawi sekitar 1 kilometer sehingga hampir tidak ada waktu untuk kami setelah shalat fardu di masjid Nabawi untuk berdiam di masjid sambil zikir,tilawah Alquran sambil menunggu shalat berikutnya karna seringkali jamaah yang sakit sudah baris mengantri di Klinik kloter saat itu, Allah maha tau kami juga melayani pasien jamaah haji yang sakit juga adalah ibadah namun sering hati kecil ini menangis ketika pelayanan belum selesai tapi Azan shalat sudah berkumandang dengan jarak satu kilometer ke masji Nabawi tak bisa mengejar shalat di sana ,akhirnya mencari masjid yang terdekat, bahkan di fase madinah ini Jamaah haji yang harus di rujuk ke Rumah sakit Madinah,Daker kesehatan madinah dan Sektor madinah lebih banyak ketimbang fase mekah kemarin sehingga panggilan pasien gawat ketika masih ibadah  di Masjid nabawi  juga tak terhitung keputusan lari dari masjid menuju ke pemondokan juga sering ku lakukan untuk cepat mencapai jamaah yang darurat harus di rujuk.
            Kesedihan meninggalkan kota madinah selain merasa ibadah di masjid Nabawi tidak optimal juga adalah perpisahan dengan masjid nabawi yang sangat mempesona begitu khusyu saya di buat ibadah di dalamnya karena kesejukan masjid Nabawi, keafdolan doa di Raudhoh, keindahan desain kontruksinya, air zam-zam yang tersedia di setiap sudut dan baris masjid ,dengan kota madinah yang tak kalah mempesona kebersihan kotanya, sejuk, ramah, penataan kota yang apik pasti semua ini akan membuatku terkenang-kenang seumur hidup.
            Pernah suatu hari aku bergabung dengan jamaah untuk Ziarah di bukit uhud kota madinah untuk mengingatkan kembali kita tentang perang uhud bersama pemandu Ziarah ,setelah beberapa jam perjalanan, sudah tampak bukit uhud yang  sepertinya masih asli, di bawahnya ada lokasi baqe (pemakaman) yang rata dengan tanah namun di batasi pagar besi untuk penanda batas-batas baqe, setelah ada penjelasan barulah kami tau kalau baqe  disitu adalah pemakaman para Syahid perang uhud, suasana  berubah menjadi haru syahdu menyapukan pandangan keseluruh lokasi Baqe dan ketika pemandu mengajak berdoa di depan baqe di dahului dengan mengucapkan salam satu persatu para Sohabah yang gugur di sini  “Assalamuallaikum ya Hamzah bin Abdul Muthalib, Assalamuallaikum ya Mushab bin Umeir, Assalamuallaikum Ya Hanzhalah Ghasilul malaikah dan seterusnya suasana hati ini makin larut dalam kesedihan dan kekaguman,  beberapa jamaah sudah mulai menangis sambil meneriakan  takbir Allahu Akbar.Allahu Akbar, yang ku rasakan tidak jauh berbeda air mata sudah tak terbendung lagi masih terkenang –terkenang kembali materi Sirah tentang perjuangan para syahid perang uhud  selama bersama hidup bersama Rosululoh, “Sesungguhnya setiap orang yang terluka di jalan Allah, Allah akan membangkitkanya pada hari kiamat dalam keadaan luka-lukanya berdarah, warnanya warna darah, tetapi baunya bau katsuri.”

Pesawat Saudi Air Line 25 Desember 2009  pukul WAS
            Penerbangan pulang ke Indonesia yang di tunggu tunggu telah tiba, masa tugas hampir selesai di bandara sukarno Hata, kerinduan tanah air hampir terobati, bertemu keluarga, saudara, teman-teman sungguh sangat menyenangkan hati namun ternyata kesedihan meninggalkan tanah suci pun masih tersisa , sembilan jam perjalanan udara  hampir tidak bisa memejamkan mata , padahal jamaah yang sesak napas dan keluhan gerak Extremitas di pesawat hanya empat orang selain memberi tindakan  standar juga evakuasi ke tempat duduk yang nyaman di depan untuk adekuat pernapasan dan reposisi Extremitas baru setelah stabil di pindahkan kembali ke tempat duduk semula, sehingga menukar posisi duduk beberapa petugas termasuk saya ke tempat duduk jamaah dari depan ke belakang. Alhamdulillah tidak begitu berarti permasalahan kesehatan kami selama di pesawat , beberapa kloter lain saya mendapat informasi jamaah mereka ada yang meninggal di pesawat saat berangkat, gagal jantung mendadak di pesawat dan lainya, Terima kasih Ya Allah Engkau telah mengembalikan kembali jamaaah kami utuh seperti sedia kala walau ada satu yang mutasi ke kloter lain, Engkau juga telah mempermudah Tugas-tugas kami menghadapi permasalahan kesehatan, permasalahan kloter selama 40 hari dengan  penyelesaian yang baik, Aku tahu Engkau lah yang telah memanggilku memenuhi panggilanMU dengan jalan tugas ini maka dari awal aku sudah berserah diri  pasrah  terhadap Engkau atur seperti apa kami selama di tanah suci Allahu Akbar…Allahu Akbar.
            Ucapan Terima kasih saya ucapkan kepada bapak-ibu Jamaah haji 2008 kloter 43 JKS atas kebersamaan selama 40 hari telah menjadi keluarga yang sangat dekat  bahu-membahu meringankan sesama jamaah, mudah-mudahan mengapai Barokah bersama-sama.
            Kepada Tim Kloter saya (H.Asep, H Agus, Dr Hj Lia Nurliana, Hj Teti Rustini) terima kasih telah menjadi Tim yang solid dan saling melengkapi.
Kepada TKHI/PPIH yang telah membantu dan menjadi patner tugas yang mencerahkan  sehingga terasa lebih ringan  selama di fase Mekah ( Akh H.Amdad, SKM.asal PKM Tegalgubuk Cirebon, Mas H. Dwi asal RS. DR. Saeful Anwar Malang, dr H. Adi Mulyono,SpPD. asal RS. DR. Soetomo Surabaya, Hj Nuraini asal RS. DR. Soeroso Pontianak, H.Harisman,Apt. asal RS DR M.Djamil Padang) Mudah-mudahan Allah mempertemukan kita kembali.
            Kepada teman-teman petugas TKHI asal Kabupaten Kuningan (H. Saefullah,S.Kep.Msi., dr. H. Sarman Agustani, H. Cecep Mahfud,AmdKep., dr.H.Risa Indrawan, Sp.Ot.,M.Kes., H.Wiharna,AmdKep.,dr.Hj.Dian Mardiani, Hj Cashirowigo, Hj Yani Supriyani, Hj Sutarsih) Syukron Katsiran atas kekompakan dan kerjasamanya sebagai duta TKHI Kabupaten Kuningan.
            Kepada Ikhwah Alumni Husnul Khotimah yang sedang Tolabul Ilmi di Riyadh, Madinah, Mesir (H. Abdurahman Wahid, H.Faisol Aziz Arbi, H.Jusmin, H.Yusron Kamarullah )Jazakaumullah atas khidmah dan Ihtimamnya , Ukhti Lia (RS. Wiladah Madinah)dan Keluarga, Bapak Suparno (RS. Nur Mekah) dan Keluarga Syukron Katsiran atas semuanya. Hanya Allah yang mengetahui dan akan memberi balasan atas kebaikan-kebaikanya..

Profil saya:
Nama               : H. Mustofa, S.Kep.Ners.
TTL                 : Bengkulu 22 mei 1978
Status              :  Menikah
Istri                  : Aah Siti Mariah,Amd.AK
Anak               : 1. Muhammad Najib Albirruni Muda
                          2. Na’imah Qurrota Tsania
Pendidikan      : SD N 19 Belitar Curup Bengkulu
                          SMP N 3 Belitar Curup Bengkulu
                          SMU Nusa Indah Lubuk-Linggau Sum-sel
                          Sekolah Perawat Kesehatan Departemen Kesehatan RI Lubuk-linggau
                          Program Studi S1 Keperawatan Stikes Cirebon Jawa-Barat
                          Program profesi Ners Stikes Cirebon Jawa Barat
                         Program Studi PAI Jurusan Tarbiyah Sekolah Tinggi Agama Islam Husnul-Khotimah Kuningan (Dalam Proses)
Amanah           : Kepala Unit Kesehatan Ponpes Husnul-Khotimah
                          Kepala Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) Husnul-Khotimah
Alamat                        : Jl.Tomik No 1 Rt/Rw 16/3 Desa /Kec. Jalaksana Kab Kuningan Jabar
Email               : mustofa_shoaybaincool30@ymail.com

Inspirasi           : (Syaih Abdurahman Bin Said)
                        Orang yang bersyukur adalah orang yang baik jiwanya, lapang  dadanya, Tajam matanya , Hatinya penuh nikmat-NYA, merasa senang dengan kemulian-NYA, Gembira dengan kebaikan-NYA, lisanya selalu basah pada setiap waktu dengan bersyukur dan berzikir kepada Allah, itulah dasar kehidupan yang baik, yang memberi kenikmatan dan kelezatan kepada Ruh, hatinya dalam setiap waktu bertambah terang keinginan dan harapanya pada setiap waktu adalah mendapatkan karunia Allah.

           



           
           

1 komentar:

ISLAMIC CENTER mengatakan...

jadi hoyong naik Haji ..

Poskan Komentar